Oleh: pmiilumajang | Januari 30, 2008

Soeharto Wafat Meninggalkan Kasus Hukum dan HAM

 

 

SOEHARTO WAFAT MENINGGALKAN KASUS HUKUM DAN HAM
Oleh : Khoirul Anam*

Kejahatan Suharto, penguasa rezim orde baru, begitu bertumpuk-tumpuk sehingga mengakibatkan malapetaka bagi bangsa dan negara Indonesia. Fakta-fakta pelanggaran hukum dan HAM berat mulai dari kasus 1965 sampai kasus-kasus lain (kasus-kasus Tanjung Priok, Jalan Diponegoro, Trisakti, Semanggi, Papua, Aceh dll), tidak bisa disangkal lagi.

Kasus-kasus tersebut adalah menyangkut masalah hukum dan keadilan. Persoalannya apakah hukum di negara Republik Indonesia ini harus ditegakkan atau tidak. Pasal 1 ayat 3 UUD 45 yang menyatakan: “Indonesia adalah negara hukum” harus dilaksanakan atau tidak. Persoalannya, jutaan warga negara Indonesia, korban pelanggaran hukum dan HAM, harus mendapat keadilan atau tidak.Selama 42 tahun ini belum ada tanda-tanda yang jelas bahwa hukum dan keadilan yang menyangkut kasus-kasus tersebut di atas dijamah secara tuntas oleh “penegak” hukum di Indonesia.

Adanya usul agar Suharto diberi ampun atau diberi amnesty dewasa ini adalah suatu bukti yang tak terbantahkan bahwa pelanggaran hukum dan keadilan yang dilakukan Suharto bersama rezimnya akan di-“legalkan”; sejarah hitam Suharto akan diputihkan melalui amnesty. Terhadap usul ini setiap orang yang peduli akan tegaknya negara hukum di Indonesia harus menolaknya dengan tegas.

Tidak bisa hukum dan keadilan dimanipulasi atas nama rasa iba dan kasihan karena sakitnya Suharto. Harus ditolak juga suatu usul: “Suharto diadili dulu kemudian diampuni”, karena ini adalah suatu cara lain memanipulasi hukum dan keadilan. Yang benar adalah kasus hukum (HAM, pidana, perdata) atas Suharto dilaksanakan, kemudian dipikirkan tentang perlu-tidaknya memberi ampun/amnesti. Jadi, bukan otomatis memberi ampun/amnesti kepada Suharto setelah kasusnya diputus di pengadilan.

Apalagi disamping kasus-kasus tersebut di atas, setelah selama 32 tahun memegang kekuasaan Suharto harus bertanggung jawab dalam bidang politik atas pembangunan sistem diktatur militer fasis yang diciptakannya, di mana siapa saja yang berbeda pendapat dengannya telah ia gebug tanpa ampun. Dalam bidang ekonomi Suharto telah menciptakan jalan masuk bagi dominasi kapital monopoli asing yang akhirnya menjarah dan menguras habis semua kekayaan alam Indonesia. Dalam bidang moral Suharto telah menciptakan budaya korupsi dalam masyarakat Indonesia, dari presiden sampai camat dan lurah.

*Adalah Ketua Umum PMII Cabang Lumajang.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: